Pendahuluan .
Secara etimologi, sastra berasal dari bahasa sansekerta. Sastra terdiri dari kata ‘sas’ dan ‘tra’ yang berarti media untuk memberi pelajaran. Kata ini diambil dari otoritas yang ada pada zaman Hindu-Buhda. Pada masa itu, menulis dan berkarya hanya boleh dilakukan oleh orang-orang tertentu saja, terutama golongan kerajaan. Adapun definisi sastra secara terminologi belum ada kesepakatan konsepsi secara universal di antara sastrawan Indonesia maupun dunia. Sifatnya yang sentralistik menyebabkan definisi sastra tidak pada titik temu bagi para sastrawan yang ingin mendefinisikannya. Menurut Irvan Nawawi, akan ada ketidakadilan jika kita merujuk kepada salah satu definisi yang dikemukakan ahli, yang sejatinya juga belum mendapat persetujuan universal. Jadi pada diskusi kali ini lebih fokus untuk mengetahui definisi sastra secara etimologi.
Perkembangan sastra di indonesia di mulai sejak zaman kerajaan Hindu-Budha. Saat itu, sastra terbagi menjadi dua bentuk, yakni lisan dan tulisan. Setelah kedatangan ajaran Islam ke Nusantara, sastra Islam turut mewarnai bentuk sastra di Indonesia sampai sekarang. Pada perkembangannya, bentuk sastra kemudian berubah. Dari yang awalnya dua menjadi satu bentuk, yakni tulisan. Faktor ini ditengarai karena pengtahuan pelajar Bumi Putera yang merujuk pada barat pada masa politik etis.
Unsur-unsur Sastra
Dalam bentuk tulisan pun tidaklah semuanya dikategorikan sebagai sastra, ada spesifikasi tertentu agar karya tulis bisa disebut sebagai sastra. Menurut para ahli, sastra terdiri dari dua unsur yaitu:
1. Bersifat Multitafsir
Multitafsir adalah susunan kata dan kalimat yang mempuyai banyak makna. Multitafsir bisa dijadikan tolok ukur terhadap kualitas sebuah karya sastra. Semakin beragam penafsiran yang dihasilkan, semakin tinggi pula kualitas karya sastra. Namun, sering terjadi kesalahan mengenai makna multitafsir di sini. Kebanyakan orang sering menyamakan antara makna multitafsir dengan ambiguitas. Padahal seperti yang sudah disebutkan di atas, makna multitafsir adalah susunan kata dan kalimat yang mempuyai banyak makna. Selain itu multitafsir mempunyai konsep dan sistematis. Sedangkan ambigu adalah suatu kodisi yang tidak jelas, kabur dan tidak terkonsep apalagi sistematis.
2. Imajinatif
Imajinatif berasal dari kata imaji yang berarti gambar, imajinasi yang berarti daya berfikir menggambarkan sesuatu, dan imajinatif, bersifat imajinasi.
Di dalam sebuah karya sastra yang multitafsir, sangat dibutuhkan sebuah konstruksi imajiner yang kuat sehingga pada setiap kata memiliki beragam makna yang subjektif. Selain itu, daya imajinasi yang kuat akan menghasilkan susunan kata yang indah pula, yang pada akhirnya bisa menghasilkan sebuah karya sastra yang berkualitas tinggi.
Multitafsir adalah susunan kata dan kalimat yang mempuyai banyak makna. Multitafsir bisa dijadikan tolok ukur terhadap kualitas sebuah karya sastra. Semakin beragam penafsiran yang dihasilkan, semakin tinggi pula kualitas karya sastra. Namun, sering terjadi kesalahan mengenai makna multitafsir di sini. Kebanyakan orang sering menyamakan antara makna multitafsir dengan ambiguitas. Padahal seperti yang sudah disebutkan di atas, makna multitafsir adalah susunan kata dan kalimat yang mempuyai banyak makna. Selain itu multitafsir mempunyai konsep dan sistematis. Sedangkan ambigu adalah suatu kodisi yang tidak jelas, kabur dan tidak terkonsep apalagi sistematis.
2. Imajinatif
Imajinatif berasal dari kata imaji yang berarti gambar, imajinasi yang berarti daya berfikir menggambarkan sesuatu, dan imajinatif, bersifat imajinasi.
Di dalam sebuah karya sastra yang multitafsir, sangat dibutuhkan sebuah konstruksi imajiner yang kuat sehingga pada setiap kata memiliki beragam makna yang subjektif. Selain itu, daya imajinasi yang kuat akan menghasilkan susunan kata yang indah pula, yang pada akhirnya bisa menghasilkan sebuah karya sastra yang berkualitas tinggi.
Dari dua unsur di atas, jelas pula bahwa sifat karya sastra itu bukan tertuju kepada kebenaran, akan tetapi kepada hal yang bersifat estetsis dan etika.
Genre Sastra
Di dalam penulisan sastra, ada kategori-kategori tertentu yang menjuruskan karya tersebut kepada genre tertentu pula. Genre tersebut adalah:
lPuisi
- Puisi berasal dari kata Yunani yaitu “poet” yang berarti mencipta. Genre ini berntuk syair-syair dan sajak yang ber-evolusi dari waktu kewaktu.
- Prosa berarti karangan bebas. Di dalam prosa terdapat novel, cerpen, hikayat dan bentuk-bentuk karangan bebas lainnya.
- Drama adalah penunjuk laku. Yang dimaksud dengan penunjuk laku di sini adalah naskah yang ditulis untuk menunjuk peran, karakter, dialog, dan laku pada pementasan drama baik itu drama film, comedi, dan teater.


No comments:
Post a Comment