Hidup adalah anugerah Tuhan yang tiada duanya, semuanya
ada karena kehendak-Nya. Literatur kitab suci al-qur'an menyebutkan bahwa
manusia adalah makhluk-Nya yang paling sempurna. Tuhan menciptakan manusia
dengan banyak kelebihan, Dia-memilih manusia menjadi pemimpin di Bumi agar
seraya mereka bisa mengatur serta mengelola apa yang di hidangkan Tuhan
dihadapannya. Ada dua hal yang selalu di banggakan oleh manusia dihadapan
sesamanya, makhluk selain manusia, bahkan dihadapan yang menciptakannya.
Hal itu adalah akal dan nurani, karena keduanyalah
manusia hidup berbeda dengan makhluk lainnya, ia menciptakan banyak simbol dan
alat untuk menyambung hidupnya, dan semua itu kemudian disebut dengan
peradaban. Manusia yang mempunyai tabiat terus bergerak menghindari kesengsaraan
selalu menemui banyak hal yang dianggap tidak tepat atau tidak sesuai dengan
yang diinginkannya, semua itu disebut dengan masalah. Semakin banyak
permasalahan yang ditemuinya maka ia selalu berusaha mencari jalan untuk
keluar. Sejak zaman Adam sampai abad 21 ini manusia bisa bertahan di muka bumi,
sejak zaman itu pula manusia menimbulkan masalah dan kemudian ia
menyelesaikannya, dan begitu seterusnya. Sepanjang perjalanan kehidupan
manusia, literatur yang ditulis dari zaman ke zaman serta diwariskan dengan
sengaja atau tidak, mencatat bahwa manusia hidup karena masalah, manusia bisa
hidup karena kesulitan, dan manusia menyelesaikan kesulitan itu dengan cara
yang dibuatnya.
Maksud dari manusia hidup dari kesulitan ialah setiap
gerak-gerik manusia, setiap perpindahan posisi yang dilakukannya sebab karena
posisi sebelumnya dianggap sudah tidak bagus lagi. Dalam ilmu budaya ada teori
yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang terlempar ke alam sehingga
perlu baginya untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi diluar
perkiraannya. Manusia sebagai makhluk sering Kali memberikan definisi atau
batasan arti tentang dirinya sendiri, seperti Zoon Politician, dan Homo
Sapiens, manusia mencatat sejarahnya sendiri untuk kebutuhannya juga, dan pada
intinya manusia selalu membuat suatu hal untuk kehidupannya sendiri. Penjabaran
hal terkecil tentang manusia tersebut timbul pula karena sebuah kebutuhan
dimana pada dasarnya manusia secara keseluruhan haruslah bisa memenuhi
kebutuhannya, maka nanti akan kita ketahui sebuah sistematika hidup yang
terlihat sederhana namun rumit yang dinamakan dengan hak dan kewajiban. Tiga
susunan kata ini bisa dipahami dengan mudah, sesuai dengan rumusan kamus besar
bahasa Indonesia konteks hak disini berarti, milik atau kepunyaan, secara
terminologi adalah sesuatu yang pantas didapatkan.
Sedangkan
kewajiban adalah keharusan atau kemestian. Dua kata inti inilah yang sudah
menjadi paradigma yang kuat dalam kehidupan manusia yang berkelompok. Karena
keparadigmatisannya inilah semestinya semua manusia memahami makna yang
terkandung didalamnya. Mengapa semua manusia mesti paham dengan makna hak dan
kewajiban? Karena dengan memahami maknanya akan terjadi suatu hubungan
simbiosis mutualisme antar sesama manusia, hubungan saling menguntungkan dalam
taraf tertentu. Ketidak tahuan dan ketidak pahaman akan makna dua kata tadi
maka akan terjadi sebuah hubungan yang tak sesuai menurut masing-masing manusia
itu sendiri. Bagaimanakah cara untuk memahami kedua kata tersebut? untuk
memahami kedua kata tersebut pada taraf yang wajar menurut konteks masyarakat
secara umum adalah dengan membagi dua golongan perbuatan berdasarkan sistem
yang benar dan dipakai pada setiap kelompok hidup tertentu.
Namun pertanyaan lebih lanjut timbul, setelah kita memahami
kedua kata tersebut, dan menjalankannya timbul sebuah masalah yaitu, ketidak
mampuan menjalankan kewajiban dan tidak mendapat hak yang di idamkan. Maka
jawaban yang dapat mendekati hal itu adalah, ada kesalahan dalam sistem
pengoperasiannya. Maka dari itu sesungguhnya manusia terus mencari cara
menyelasaikan masalah dari hidupnya, dan sebuah kemerdekaan diri perlu ada
dalam diri setiap manusia. Selayaknya untuk mencapai kesejahteraan kita harus
terus berinovasi, dan kreasi dengan baik dan benar menurut pedoman berkehidupan
yang dipakai pada setiap kelompok hidup, dan tidak serta merta membenturkan
perbedaan-perbedaan yang dapat menimbulkan chaos


No comments:
Post a Comment