Konspirasi, kelengkapan dalam pigura
hidup manusia
Konspirasi, istilah ini memang tidak
asing di telinga manusia yang tinggal di bumi ini. konspirasi yang dalam KBBI
berarti ‘persekongkolan’ adalah situasi yang terjadi secara disengaja untuk
mengonsep sebuah peristiwa agar sesuai dengan tujuan tanpa terjun secara
langsung.
Konspirasi memang tidak terjadi secara
tiba-tiba, melainkan rencana matang penuh strategi. Oleh karenanya, konspirasi
dijamuri oleh aktor-aktor berkelas borjuis dan memiliki pengaruh serta
kedudukan yang strategis. Namun, para figuran dalam drama konspirasi
tidak hanya aktor semacam itu, para proletar dan manusia tak tahu
menahu bisa jadi terlibat di dalamnya. Karena konspirasi tidak bermain
dengan hati atau perasaan, tapi dengan ‘akal’.
Sebut saja kasus World Trade Center 9/11
2001 yang setelah diselidiki, memunculkan indikasi konspirasi. Dan baru baru
ini, Freddy Budiman, terpidana mati kasus penyelundupan narkoba yang telah
dieksekusi mati pada Jum’at (29/07/2016) dini hari di lapangan Tembang Limus,
Buntu, Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah di era pemerintahan Presiden Joko
Widodo juga memunculkan indikasi ‘konspirasi’, atas dasar pengakuanya yang
dipublikasi media oleh Haris Azhar dan menjadi ‘heboh’ di dunia maya.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah ada apa ini? siapa yang benar? Siapa
yang salah?
Menghukum orang yang melakukan kejahatan
adalah sebuah tindakan yang harus dilakukan oleh setiap aparat penegak hukum negara
demi ketertiban, kenyamanan, dan kemakmuran negaranya. Namun, jika kemudian
aparat sebagai penegak hukum gagal menagantongi kepercayaan rakyat, maka itu
adalah ketidakbenaran yang harus segera diatasi.
Berbicara tentang konspirasi, sebagian
orang ‘gerah’ dengan istilah ini, bahkan bisa meneriaki dengan sumpah serapah
ala pahlawan revolusi, dan sebagian lagi ‘biasa biasa’ saja. Dan saya adalah
kategori biasa biasa saja, karena konspirasi adalah bagian dari kelengkapan
hidup manusia. Diawali dengan sebuah pertanyaan, bagaimana proses Adam turun ke
bumi hingga keturunanya tinggal di bumi sampai hari akhir menghampiri? Bagi
saya ini adalah sebuah konspirasi.
Dikisahkan bahwa di Surga, semua yang
serba ada bisa dimakan tanpa larangan dan tanpa himbauan, kecuali buah khuldi
yang tidak boleh dimakan, Setan yang saat itu telah bersumpah untuk menggoda
manusia mencoba melakukan tugasnya untuk menggoda Hawa, seorang perempuan yang
akan merayu Adam untuk melanggar larangan Allah tersebut, dan Adam tidak bisa
menolak permintaan pendamping yang sangat dicintainya, Hawa. Terjadilah
peristiwa dimana Adam dan Hawa mendapat hukuman Allah hingga ia harus turun ke
bumi dan tinggal bersama keturunanya kelak.
Pernyataan bahwa Allah lebih dekat
daripada urat nadi bukanlah pernyataan kekinian yang kemudian diyakini manusia,
lebih dari pada itu Allah pasti telah mengetahui semuanya saat Adam akan
diturunkan ke Bumi sebagaimana dalam firman Nya bahwa Allah hendak menjadikan
Khalifah di bumi pada proses penciptaan Adam yang dikritik oleh Malaikat. Jika
Adam tidak melakukan kesalahan di Surga, maka untuk apa Allah menciptakan Adam?
Mengapa Allah membiarkan Adam melakukan kesalahan hingga kemudian sisa hidupnya
harus tinggal di bumi? Ini adalah sebuah ‘konspirasi’ dan ini terjadi sejak
milyaran tahun yang lalu, oleh Allah sendiri. Konspirasi hanya istilah bau
kencur yang baru terkenal sejak peristiwa 9/11. Tapi pola dan prosesnya telah
terjadi sepanjang hidup manusia, seperti beras di Asia Tenggara, atau Roti di
Eropa, konspirasi adalah bahan pokok yang semua bisa melakukan, melihat,
mendengar, dan terlibat bahkan menjadi korban.
Oleh :
Safurotun Ziah, penyuka buah pear


No comments:
Post a Comment