July 31, 2016

Konspirasi, kelengkapan dalam pigura hidup manusia

Konspirasi, istilah ini memang tidak asing di telinga manusia yang tinggal di bumi ini. konspirasi yang dalam KBBI berarti ‘persekongkolan’ adalah situasi yang terjadi secara disengaja untuk mengonsep sebuah peristiwa agar sesuai dengan tujuan tanpa terjun secara langsung.
Konspirasi memang tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan rencana matang penuh strategi. Oleh karenanya, konspirasi dijamuri oleh aktor-aktor berkelas borjuis dan memiliki pengaruh serta kedudukan yang strategis. Namun, para figuran dalam drama konspirasi tidak hanya aktor semacam itu, para proletar dan manusia tak tahu menahu bisa jadi terlibat di dalamnya. Karena konspirasi tidak bermain dengan hati atau perasaan, tapi dengan ‘akal’.
Sebut saja kasus World Trade Center 9/11 2001 yang setelah diselidiki, memunculkan indikasi konspirasi. Dan baru baru ini, Freddy Budiman, terpidana mati kasus penyelundupan narkoba yang telah dieksekusi mati pada Jum’at (29/07/2016) dini hari di lapangan Tembang Limus, Buntu, Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah di era pemerintahan Presiden Joko Widodo juga memunculkan indikasi ‘konspirasi’, atas dasar pengakuanya yang dipublikasi media oleh Haris Azhar dan menjadi ‘heboh’ di dunia maya. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah ada apa ini? siapa yang benar? Siapa yang salah?
Menghukum orang yang melakukan kejahatan adalah sebuah tindakan yang harus dilakukan oleh setiap aparat penegak hukum negara demi ketertiban, kenyamanan, dan kemakmuran negaranya. Namun, jika kemudian aparat sebagai penegak hukum gagal menagantongi kepercayaan rakyat, maka itu adalah ketidakbenaran yang harus segera diatasi.
Berbicara tentang konspirasi, sebagian orang ‘gerah’ dengan istilah ini, bahkan bisa meneriaki dengan sumpah serapah ala pahlawan revolusi, dan sebagian lagi ‘biasa biasa’ saja. Dan saya adalah kategori biasa biasa saja, karena konspirasi adalah bagian dari kelengkapan hidup manusia. Diawali dengan sebuah pertanyaan, bagaimana proses Adam turun ke bumi hingga keturunanya tinggal di bumi sampai hari akhir menghampiri? Bagi saya ini adalah sebuah konspirasi.
Dikisahkan bahwa di Surga, semua yang serba ada bisa dimakan tanpa larangan dan tanpa himbauan, kecuali buah khuldi yang tidak boleh dimakan, Setan yang saat itu telah bersumpah untuk menggoda manusia mencoba melakukan tugasnya untuk menggoda Hawa, seorang perempuan yang akan merayu Adam untuk melanggar larangan Allah tersebut, dan Adam tidak bisa menolak permintaan pendamping yang sangat dicintainya, Hawa. Terjadilah peristiwa dimana Adam dan Hawa mendapat hukuman Allah hingga ia harus turun ke bumi dan tinggal bersama keturunanya kelak.
Pernyataan bahwa Allah lebih dekat daripada urat nadi bukanlah pernyataan kekinian yang kemudian diyakini manusia, lebih dari pada itu Allah pasti telah mengetahui semuanya saat Adam akan diturunkan ke Bumi sebagaimana dalam firman Nya bahwa Allah hendak menjadikan Khalifah di bumi pada proses penciptaan Adam yang dikritik oleh Malaikat. Jika Adam tidak melakukan kesalahan di Surga, maka untuk apa Allah menciptakan Adam? Mengapa Allah membiarkan Adam melakukan kesalahan hingga kemudian sisa hidupnya harus tinggal di bumi? Ini adalah sebuah ‘konspirasi’ dan ini terjadi sejak milyaran tahun yang lalu, oleh Allah sendiri. Konspirasi hanya istilah bau kencur yang baru terkenal sejak peristiwa 9/11. Tapi pola dan prosesnya telah terjadi sepanjang hidup manusia, seperti beras di Asia Tenggara, atau Roti di Eropa, konspirasi adalah bahan pokok yang semua bisa melakukan, melihat, mendengar, dan terlibat bahkan menjadi korban.

Oleh :
Safurotun Ziah, penyuka buah pear


LKISSAH
LKISSAH

Forum Pecinta Ilmu Sosial dan Sejarah

No comments:

Post a Comment