June 17, 2016

IBLIS PUN RIANG MENYAMBUTMU


Oleh: Nasrullah Alif (Mahasiswa Sejarah dan Kebudayaan Islam)

Satu kali dalam satu Tahun, Kau datang dengan membawa kerinduan. Perasaan yang sama, Yang telah ada sepanjang Hayat di raga. Ratusan juta anak adam menantikanmu Sekian lama. Rindu saja mungkin tak Cukup untuk mengungkapkan Luapan rasa yang terkubur sekian lama.

Suasana Khas yang kau bawa. Aromamu yang sangat menelusuk rasa, Pikiran dan juga Jiwa. Yang Membekas amat lekat dalam Pikiran. Tak pernah luput kurasakan barang setitik, Semua yang ada didalam dirimu. Malam yang kamu punya amat indah, Tak satupun bisa mengelak lagi membantah. Bagaikan Ribuan Malaikat mengitari langit saat Kau datang. Menghantarkanmu.

Sayangnya banyak Oknum yang memanfaatkanmu. Mengatasnamakan mengormatimu, Memuliakanmu. Mereka Porandakan Keadaan Orang lain dengan Berlindung Dibalik dirimu, Walau akupun tahu bahwa Kamu pun benci akan hal Itu. Aku sedih saat Dunia ini makin edan dengan Teganya Membual dengan Dalih Seizinmu. Memperdayakanmu.

Tahun ini aku harap waktu berkenan Bergulir lama, Membiarkanku melalui dirimu dengan Syahdu Penuh rasa. Melewati waktu bersamamu, Khususnya di waktu malam membuatku terlena, Tenggelam Perlahan ke dalam Dirimu. Bagai Seorang sepasang Kekasih yang sedang jatuh hati, Kau tarik aku, Kau rayu aku dengan begitu Nikmatnya. Mencumbuimu dengan Kesucian Kalbu.

Dan Lucunya, Saat dirimu Hadir. Semakin banyak Manusia yang mulai menunjukkan sisi Kebejatanya, Kemunafikanya. Padahal yang kutahu hanya Iblis saja yang bisa mebuat manusia memiliki sifat itu. Yang kupahami dari Guruku juga bahwa Bila kau hadir, Mereka akan dikurung dengan Amat Getir. Iblis pun riang menyambutmu, Karena dirimu, Dia memiliki "Kawan" seperjuangan yang kini jadi teman Baru.

Hay, Jangan pernah Lelah ataupun Letih untuk hampiri aku lagi. Aku harap Malaikat dan Tuhan pun turut Mengamini. Bahwa kita akan Bertemu lagi, Dalam Sekian Tahun dan Hari. Rasul ku juga pernah berkata. Jika umatnya tau Betapa Menawanya dirimu, Tak akan pernah mereka mau kau pergi Dan Berlalu. Aku pun juga turut Setuju dengan Sabda Itu.

Demi Tuhan Sang Maha Pencipta, Semoga Esok Kita bertemu lagi...

Ramadhan.

[full_width]




LKISSAH
LKISSAH

Forum Pecinta Ilmu Sosial dan Sejarah

No comments:

Post a Comment