Oleh: Nasrullah Alif (Mahasiswa Sejarah dan Kebudayaan Islam)
Satu kali dalam satu Tahun, Kau datang dengan membawa kerinduan.
Perasaan yang sama, Yang telah ada sepanjang Hayat di raga. Ratusan juta anak
adam menantikanmu Sekian lama. Rindu saja mungkin tak Cukup untuk mengungkapkan
Luapan rasa yang terkubur sekian lama.
Suasana Khas yang kau bawa. Aromamu yang
sangat menelusuk rasa, Pikiran dan juga Jiwa. Yang Membekas amat lekat dalam
Pikiran. Tak pernah luput kurasakan barang setitik, Semua yang ada didalam
dirimu. Malam yang kamu punya amat indah, Tak satupun bisa mengelak lagi
membantah. Bagaikan Ribuan Malaikat mengitari langit saat Kau datang.
Menghantarkanmu.
Sayangnya banyak Oknum yang
memanfaatkanmu. Mengatasnamakan mengormatimu, Memuliakanmu. Mereka Porandakan
Keadaan Orang lain dengan Berlindung Dibalik dirimu, Walau akupun tahu bahwa
Kamu pun benci akan hal Itu. Aku sedih saat Dunia ini makin edan dengan Teganya
Membual dengan Dalih Seizinmu. Memperdayakanmu.
Tahun ini aku harap waktu berkenan
Bergulir lama, Membiarkanku melalui dirimu dengan Syahdu Penuh rasa. Melewati
waktu bersamamu, Khususnya di waktu malam membuatku terlena, Tenggelam Perlahan
ke dalam Dirimu. Bagai Seorang sepasang Kekasih yang sedang jatuh hati, Kau
tarik aku, Kau rayu aku dengan begitu Nikmatnya. Mencumbuimu dengan Kesucian
Kalbu.
Dan Lucunya, Saat dirimu Hadir. Semakin
banyak Manusia yang mulai menunjukkan sisi Kebejatanya, Kemunafikanya. Padahal
yang kutahu hanya Iblis saja yang bisa mebuat manusia memiliki sifat itu. Yang
kupahami dari Guruku juga bahwa Bila kau hadir, Mereka akan dikurung dengan
Amat Getir. Iblis pun riang menyambutmu, Karena dirimu, Dia memiliki
"Kawan" seperjuangan yang kini jadi teman Baru.
Hay, Jangan pernah Lelah ataupun Letih
untuk hampiri aku lagi. Aku harap Malaikat dan Tuhan pun turut Mengamini. Bahwa
kita akan Bertemu lagi, Dalam Sekian Tahun dan Hari. Rasul ku juga pernah
berkata. Jika umatnya tau Betapa Menawanya dirimu, Tak akan pernah mereka mau
kau pergi Dan Berlalu. Aku pun juga turut Setuju dengan Sabda Itu.
Demi Tuhan Sang Maha Pencipta, Semoga Esok Kita bertemu lagi...
Ramadhan.
[full_width]


No comments:
Post a Comment