oleh :
Muhammad Ikbar Ishomi (Mahasiswa SKI Semester 1 UIN Jakarta)
Imam Bukhari adalah ahli hadist yang
termasyhur diantara para ahli hadist sejak dulu hingga kini, bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi,
an-Nasai dan
Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadist, hadist-hadist beliau
memiliki derajat yang tinggi. Sebagian masyarakat muslim menyebutnya dengan
julukan amirul mukminin fil hadist. Dalam bidang ini, hampir semua ulama di
dunia merujuk kepadanya.
Bukhari juga didik dan dibesarkan
keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab as-siqat, Ibnu Hibban menulis bahwa
ayahnya dikenal sebagai orang wara
dalam arti berhati-hati terhadap hal-hal yang sifatnya haram. Perhatianya
kepada ilmu hadist yang sulit dan rumit itu sudah tumbuh sejak usia 10 tahun,
hingga dalam usia 16 tahun beliau sudah menghafal dan menguasai buku-buku
seperti al-mubarak dan al-wakili. Pada usia 18 tahun beliau sudah menerbitkan
kitab pertamanya’’qudhaya as shahabah wat
tab’ien bersama gurunya syekh Ishaq. Beliau juga menghimpun hadist-hadist
shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadist yang diriwayatkan oleh
80.000 perawi disaring lagi menjadi 7275 hadist.
Bukhari juga diakui memiliki daya
hafalan tinggi, yang diakuinya oleh kakaknya Rasyid bin Ismail. Ketika sedang
berada di Baghdad, Imam Bukhari pernah didatangi oleh 10 orang ahli hadist yang
ingin menguji ketinggalan ilmu beliau. Dalam pertemuan tersebut, 10 ulama
mengajukan 100 buah hadist yang sengaja ‘’diputar-balikkan’’untuk menguji
hafalan Imam Bukhari. Imam Bukhari juga ternyata tidak melupakan kegiatan
lain,yakni olahraga. Ia misalnya sering belajar memanah, sehingga dikatakan
sepanjang hidupnya. Dalam keadaan tersebut timbul sebagai pengalaman Sunnah
rasul yang mendorong dan menganjurkan kaum muslimin belajar menggunakan anak
panah dan alat-alat perang lainnya.
Bukhari juga mebuat karya-karyanya
seperti kitab al-jami ash shahih,al-adab
al mufrad,at tharikh as shagir, at tarikh al awsat, at tharikh al kabir, asami
as sahabah dan al hibah. Diantara
semua karyanya tersebut yang paling monumental adalah kitab al-jami ash-shahi yang lebih dikenal
dengan dengan shahih bukhari.
Dalam sebuah riwayat hadist
diceritakan, Imam Bukhari berkata: ‘’aku bermimpi melihat rasullah saw, seolah-olah aku berdiri di
hadapanya, sambil memegang kipas yang kupergunakan untuk menjaganya. Kemudian
aku tanykan mimpi itu kepada sebagian ahli ta’bir, ia menjelaskan bahwa aku
akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan dari hadist-hadist Rasullah SAW.
Mimpi inilah, antara lain, yang mendorongku untuk melahirkan kitab al jami’ as-sahih.
Dalam menghimpun hadist-hadist shahih
dalam kitabnya tersebut, Imam Bukhari menggunakan kaidah-kaidah penelitian
secara ilmiah dan sah yang menyebabkan keshahian hadist-hadistnya dapat
dipertanggungjawabkan. Imam Bukhari juga senantiasa membandingkan hadist-hadist
yang diriwayatkan, satu dengan lainnya, menyaringnya paling shahih. Sehingga
kitabnya merupakan batu uji dan penyaring hadist-hadist tersebut. Hal ini
tercermin dari perkataanya : ‘’aku susun kitab al jami ini yang dipilih dari
600.000 hadist selama 16 tahun.
Imam Bukhari juga dikenal sebagai
pengarang kitab yang produktif. Karya-karyanya tidak hanya dalam disiplin ilmu
lain, seperti tafsir,fikih,dan tarikh. Fatwa-fatwanya selalu menjadi pegangan
umat sehingga ia menduduki derajat sebagai mujtahid mustaqil, tidak terikat
pada madzhab tertentu, sehingga mempunyai otoritas tersendiri dalam berpendapat
dalam hal hukum.
Imam Bukhari juga selalu berpegang
teguh pada tingkat keshahian paling tinggi dan tidak akan turun dari tingkat
tersebut, kecuali terhadap beberapa hadist yang bukan merupakan materi pokok
dari sebuah bab. Menurut ibnu shalah,dalam kitab shahih bukhari itu memuat 7275
hadist. Selain itu ada hadist-hadist yang dimuat secara utuh tanpa pengulangan.
Adapun jumlah semua hadist shahih termasuk yang dimuat berulang sebanyak 7379
buah. Perhitungan ini berbeda diantara para ahli hadist tersebut dalam
mengomentari kitab shahih bukhari semata-mata karena perbedaan pandangan mereka
dalam ilmu hadist.
Imam Bukhari wafat pada tanggal 31 agustus
870 (256 H) pada malam idul fitri dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Sebelum
meniggal, ia berpesan bahwa jika meninggal nanti jenazahnya agar dikafani tiga
helai kain, tanpa baju dan tidak memakai sorban. Ia
dimakamkan selepas Salat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri.


No comments:
Post a Comment