May 05, 2016

HUT Karl Heinrich Marx

HUT Karl Heinrich Marx
Tepat seratus sembilan puluh delapan tahun lalu lahir seorang anak dari rahim seorang ibu yang berada di kota Trier, Jerman Barat pada 5 Mei 1818. Anak itu diberi nama Karl Heinrich Marx. Karl Heinrich Marx yang lebih dikenal dengan Karl Marx adalah seorang filusuf sekaligus penggerak, karena Marx tidak hanya menjadikan filsafat sebagai produk akal yang bersifat abstrak melainkan menjadikannya praktis.
Marx dikenal dihampir di seluruh penjuru dunia sejak pertengahan abad ke-19 sampai sekarang. Marx dikenal karena buah pikirannya yang berhasil menggucang dunia. Buah pikirannya adalah Marxisme, suatu aliran filsafat yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sosial dan politik.
Marxisme lahir dari respon Marx terhadap kehidupan kapitalisme yang berkembang saat itu, yang mengakibatkan kaum proletar hidup terseok-seok oleh ganasnya mesin-mesin industri milik kaum borjuis atas. Buah pikiranya lahir di saat yang tepat, karena ketika itu dunia industri sedang naik-naiknya. Maksudnya, konversi alat-alat tradisional ke alat-alat modern yang sedang pesat-pesatnya.
Goresan-goresan kaum terdidik dalam buku-buku sejarah mengatakan bahwa waktu itu terjadi proses dehumanisasi besar-besaran karena kaum borjuis sebagai pemodal melakukan eksplotasi terhadap kaum proletar demi tercapainya target produksi.
Melalui pemikirannya, Marx berhasil mempengaruhi  jutaan orang di seluruh dunia. Sebut saja orang-orang di Rusia, Cina, Vietnam dan Indonesia dalam merespon dengan berani perlakuan kaum borjuis.
Interpretasi terhadap Marxisme berbeda-beda, bahkan banyak yang melenceng dari konsep yang sudah dibangun oleh Marx. Tapi setidaknya sejarah lagi-lagi telah mencatat peristiwa-peristiwa yang lahir dari proses interpretasi Marxisme untuk kemudian melakukan aksi yang banyak dipahami sebagai revolusi.
Revolusi Rusia pada 1917 dan  revolusi Cina pada 1911 adalah contoh dari buah interpretasi terhadap Marxisme. Marxisme terbang bagai kapas yang ditiup angin hingga sampai ke pelosok-pelosok dunia, ke wilayah perkotaan sampai ke daerah terpencil. Mungkin saja, jika tidak berlebihan, bagi sebagian orang Marx dianggap sebagai Messiah (Sang juru Selamat) yang membawa perbaikan dalam kehidupan manusia.
Jika kertas-kertas yang mencatat nama Karl Heinerich Marx dikumpulkan, bisa saja sudah setinggi bukit, karena toko buku dan perpustakaan di seluruh dunia pasti menampung buku-buku Marx atau buku-buku yang berkaitan dengan pemikirannya.
Sekarang, di abad 21 ini, gaung Marxisme sudah tidak terdengar sekeras dulu. Entah karena sudah tidak relevan, dilarang, atau sudah hancur lebur dalam pusaran sistem dunia yang semakin keruh.
Abad 21 ini adalah zaman yang teramat keruh, susah membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Bukan hanya Marxisme saja yang sudah tak terdengar lagi gaungnya, tapi semua ideologi yang pernah berkembang sepanjang abad 18 sampai 20 kian lebur dibakar api ketidakjelasan sistem dunia.
Apakah ini zaman yang telah diramalkan oleh Marx? Zaman di mana kapitalisme tumbuh subur dan kemudian akan hancur lebur. Setelah terjadi bentrokan antara kaum kapitalis dengan kaum proletar, kemudian lahirlah zaman sosialisme atau komunisme, tidak ada lagi negara, dan tidak ada lagi kaum kapitalis karena telah menyatu dengan kaum proletar menjadi satu kelas yang sama.
Apapun yang terjadi sekarang dan yang akan terjadi di masa depan adalah hasil proses historis yang berkesinambungan. Jasa-jasa Marx dalam mengembangkan dunia tak bisa dinafikan. Beragam peristiwa yang terjadi tidak bisa menjadi alasan untuk menjatuhkan sanksi kepada Marx, karena pada akhirnya sebagai manusia, kita hanya bisa terus berusaha untuk memperbaiki kesalahan demi sebuah tujuan yang dinisbatkan pada kebaikan.
Selamat HUT, Karl Heindrich Marx!          
Irvan Hidayat
LKISSAH
LKISSAH

Forum Pecinta Ilmu Sosial dan Sejarah

No comments:

Post a Comment