Dok Kompas.com
Oleh: M Isnaini
Konferensi Asia Afrika (KAA) merupakan suatu kebanggan bagi negara kita. Indonesia berhasil dalam menggagas dan turut mengawal dari sebelum hingga selesai terselenggaranya konferensi kolosal yang yang bertempat di Kota Bandung dan dihadiri para pemimpin dari negara-negara Asia dan Afrika ditengah situasi dunia yang sedang memanas.
Disinilah para pemimpin negara dari Asia dan Afrika berusaha menentukan sikap dari kesewenang-wenangan negara-negara blok barat dan blok timur. Disinilah para pemimpin negara-negara Asia dan Afrika menyatukan rasa emosional yang menjadi inti daripada KAA, yang oleh George Mc Turan Kahin disebut “Nasionalisme emosional”.
Disinilah para pemimpin negara Asia dan Afrika nemumpahkan perasaan senasib bangsa yang pernah dijajah yang membuat mereka saling merangkul dan berpegangan tangan untuk lepas dari intervensi dan bisa menentukan nasib bangsanya sendiri.
Semangat inilah yang pada akhirnya tidak sedikit membuat negara-negara di Afrika merdeka pasca terselenggaranya KAA. Sehingga KAA menjadi momen simbolik dalam sejarah dekolonisasi dan menjadi pelopor era baru bagi Asia dan Afrika sebagai kekuatan kolektif baru dalam politik internasional.
Dengan diselenggarakannya KAA, Amerika Serikat. sebagai pentolan blok barat dan para sekutunya sempat merasa khawatir. Kekhawatiran ini disampaikan oleh Herbert Gordon dari Internasional New Service yang mewawancarai Perdana Menteri Indonesia, Ali Sastroamidjojo yang juga merupakan salah satu penggagas KAA.
Kekhawatiran Amerika ini disebabkan hadirnya RRC (China) dalam konferensi tersebut. Amerika khawatir RRC yang berpaham komunis ini akan menggunakan KAA semata-mata sebagai wadah untuk memperkuat peran komunisme di Asia. Namun PM.
Ali Sastroamidjojo menegaskan KAA tidak akan menyimpang dari piagam PBB dan semboyan-semboyan anti kolonialisme dan anti imperialism bukanlah semboyan yang dimonopoli oleh orang-orang berpaham komunis, namun akan tetapi ini merupakan kenyataan-kenyataan yang hidup dihati masyarakat asia dan Afrika.


No comments:
Post a Comment